Sabtu, 13 Juni 2009

Idealego, "kita main sama band-band gede kaya Incubus"


Yes. Another talented local band. Idealego. Kita berhasil mewawancarai Fikri, Drumer Idealego. Kayanya ga asik nih klo kita menceritakan lagi hasil wawancaranya. Karena tiap prtanyaan yang kita ajukan, dijawab sangat menarik (buat kami) oleh sang drummer ini.

Nih langusung aja deh.



Kapan terbentuk?

9 November 2007

Bisa disebutin nama personel, sama posisinya?

Rama pada vokal, Yuma pada guitar, Hanibal pada guitar, fikri pada drum


Nama idealego diambil dari mana? Knp idealego?

kata Idealego sendiri mempunyai makna ide-ide yang dikeluarkan, digabungkandenganmeredam unsur-unsur idealisme dan egoisme, demi pencapaian sebuah karya.


Alirannya apa?

modern rock

Kenapa milih aliran tsb?

kita emang suka rock,apalagi ngeliat suasana musik di negeri kita sekarang yang flat alias itu-itu aja ngebuat kita pengen "nyambuk" para pendengar musik dan industri musik supaya bisa dengerin musik berkualitas bukan yang menye-menye terus. Emang ga ada salahnya mereka buat lagu seperti itu, itu kan hak mereka untuk berekspresi. ya paling engga idelago bisa kasi variasi bagi pendengar. Itu kan soal selera musik aja.


Kira2 dengan musik Idealego yang seperti itu pendengarnya siapa? Ada target tertentu?

kita ga mengkotak-kotakkan pendengar, bagi kita pendengar itu sama aja mau anak kecil atau orang dewasa, tergantung selera mereka suka sama musik apa kan. bagi kita yang penting lagu kita bisa didenger orang itu udah bagus apalagi bisa diapresiasi. karena prinsip idealego sendiri "bermusik itu kepuasan batin peman dan kepuasan batin pendengar harus seimbang supaya musik kita bisadinikmati sama-sama."


Influencenya siapa atau apa?

incubus deftones foo fighters the beatles hoobastank silverchair smashing pumpkins muse bloc party arcade fire pod saosin


Sampe sekarang udah brapa lagu? Siapa yang buat lagu sama aransementnya?

kalo lagu kita banyak tapi masih dikertas belum jadi musik, yang udah jadi musik ya baru di album perdana kita ini 10 lagu dan beberapa lagu lain yang masih di olah anak-anak untuk album berikutnya. Idealego harus bisa jadi band yang produktif. Di album yang pertama lirik lagu kebanyakan ditulis sama rama soalnya doi emang paling pinter ngerangkai kata-kata. ada beberapa lagu juga yang dibantuin sama benny soebardja (vokalis GiantStep era 70'an yang juga bokap nya rama).


Udah pernah main dmana aja?

jakarta rock parade, tribute to gito rollies, dan acara lain-lainnya di jakarta dan bandung yang lebih sering. bulan lalu kita dapet kesempaan diundang main di belanda acara tong-tong festival, semacam festival euro-asia gitu.


idealego manggung di tong-tong fair Den Haag 2009



Prestasi yang udah di dpt apa?

kalo prestasi menurut kita apa yang udah dijalanin idelaego itu merupakan suatu prestasi, dari mulai idealego kebentuk, ngeluarin album dan sampe bisa manggung di eropa. ya pokoknya apa yang kita jalanin itu kita anggep prestasi untuk motivasi kita


Rencana kedepan mau ngapain lagi?

rencana kita sekarang ya tuntasi promo album, sama manggung-manggung. terus kita juga dapet tawaran untuk main di pinkpop semacam woodstoknya belanda gitu nanti main sama band-band gede kaya Incubus, 30 second to mars yang udah pernah maen disana.oiya kita juga berencana untuk berkolaborasi sama saung udjo untuk main di Tong-tong tahun depan, rock tradisional gitu misinya sih supaya kebudayaan kita bisa terus eksis dan ngebuktiin kalo musik tradisional itu kebanggaan kita dan bisa dikolaborasiin sama musik modern. sama nyiapin album kedua.


Yah inilah yang menjadi kebanggaan kita semua. Band lokal bertalenta yang diakui oleh dunia internasional. Namun hanya satu yang kami tanyakan. Nanti jika sudah ke Belanda lagi, Apa rasanya main di panggung sekelas band-band Incubus dan 30 Second to Mars?


sumber :

wawancara langsung dengan fikri (drummer idealego)

djwirya.com (foto)

Jumat, 12 Juni 2009

Stereocase, The Unique One


Jika anda haus akan musik rock alternative Indonesia, coba tengok band yang satu ini, STEREOCASE. Dengan berbagai influence berbeda tiap masing-masing personil, jadilah suatu peleburan ide musik untuk membuat suatu karya yang lain dari yang lain.

Stereocase terbentuk atas kesadaran Rifqi (Drum) dan Fadli (vocal) untuk membuat sebuah “wadah” bagi selera musik mereka yang tidak jauh berbeda. Karena mereka bersaudara, mudah saja bagi mereka untuk membicarakan musik seperti apa yang akan dibawa.

Mulailah pencarian personil baru untuk mengisi posisi gitaris dan bassis. Dengan mengutamakan visi, misi dan selera musik yang sama dengan Rifqi dan Fadli, masuklah Doni (bass) yang dipertemukan lewat dunia maya, dan Richard (gitar) yang ternyata satu kampus dengan rifqi. Hingga terbentuklah STEREOCASE pada 19 Maret 2008.


Tercatat sudah ada 8 lagu buatan Stereocase sendiri. Kebanyakan bercerita mengenai kehidupan sehari-hari. Seperti “Just Called Life” menceritakan bahwa manusia seharusnya menjalani hidup tanpa beban. Rileks. Atau lagu “Wake Me” menceritakan seseorang yang sudah terbiasa dengan menghindari masalah, akhirnya memutuskan menghadapi masalah tersebut. Dan alhasil kesenangan juga dapat ia raih selama proses menghadapi masalah tersebut.


Sekilas lagu-lagu Stereocase mencerminkan influence Incubus yang kuat. Ternyata setelah kami telesuri, tiap personil – secara pribadi - memang mengidolakan Incubus. Jadi tidak heran sebenarnya jika ada yang mengatakan band ini sekelas Incubus. Namun dengan kreativitas tinggi yang mereka miliki, musik yang mereka buat tetap jujur, baik dan unik. Dengan begitu lahirlah ciri khas tersendiri Stereocase yang tidak ada di band-band lain.


Diharapkan dengan musik mereka yang unik tersebut, Stereocase dapat memberi nuansa baru bagi perkembangan musik Indonesia. Dan sepertinya terbukti, Stereocase masuk Top 30 L.A Lights indiefest 2008 wakil Jakarta atau lagu “Just Called Life” juga masuk IndieGlo Chart seperti Too Weak To Dance. Prestasi yang sangat baik menurut kami. Mengingat band tersebut baru genap umur 1 tahun saat semua prestasi tersebut diraih.



Sumber :

wawancara dengan Rifqi (personel Stereocase)

Profil Stereocase

Too Weak To Dance, "kami beda dengan mereka"


Bandung memang tidak henti-hentinya memproduksi musisi-musisi berbakat baik itu major label sampai indie label. Salah satunya band indie yang bernama Too weak To Dance, mungkin band ini masih sedikit yang tahu keberadaannya. Tapi, di Bandung sendiri bisa dibilang mereka udah lumayan terkenal karena udah sering main dan namanya udah sering nongol di pamflet-pamflet acara musik di Bandung.

Bagi mereka (orang-orang yang berjiwa muda) yang baru pertama kali mendengarkan musik Too weak To Dance entah itu di radio atau mungkin di myspacenya pasti mereka beranggapan bahwa musik tersebut adalah musik dari Pee Wee Gaskins band asal Jakarta yang memang sama-sama menggunakan instrument synthtizer dan alunan musik yang bisa dibilang sama. “heii, ini Too weak To Dance bukan band lain, jangan disama-samain ah” kata si bassis Ara. Perbedaannya terletak pada tarikan suara sang vokalis novan yang kata orang banyak suaranya campuran dari vokalisnya Fall Out Boy sama Panic at The Disco dan kalo didengar secara merinci musik mereka memang berbeda.

Too weak To Dance yang berformasikan Novan (Vocal), Ara ( bass & Vocal ), Zul ( Lead Guitar & back voc ), Rangga ( Rhythm Guitar & back voc), Dhamar ( Synthesizer ), Baim ( Drum ) Sudah mulai main bareng sejak november 2008. mereka mengatakan musik mereka adalah pelampiasan setiap personilnya yang belum sempat terlampiaskan di band-band para personilnya sebelumnya, pelampiasan mereka inilah yang akhirnya membentuk Too weak To Dance menjadi seperti sekarang. Nama Too weak To Dance dijadikan nama band mereka atas dasar pemikiran Novan dan Dhamar yang tak lain vokalis dan pemain synth band ini, nama ini dibuat dengan harapan bisa diterima oleh orang banyak dan membuat mereka berdansa sampai lelah.

Too weak To Dance sendiri mengatakan mereka memaikan musik dengan genre indie rock tapi walaupun orang-orang yang mendengarkan mereka bilang mereka band emo, punk, pop mereka terima aja. Aliran indie rock dipilih karena setiap personilnya memiliki latar belakang influence yang berbeda-beda misalnya Fall Out Boy,Forever The Sickest Kids, Paramore, Cash Cash, Panic At The Disco, New Found Glory, Blink 182, dan lainnya. Dari keberagaman influence setiap personilnya jadilah musik Too weak To Dance yang mereka katakan sebagai indie rock.

Sampai sekarang Too weak To Dance memang belum mengeluarkan album tapi mereka sudah membuat demo yang berisi 3 lagu salah satunya “I hope someday” yang ditulis dan diaransement oleh mereka sendiri. Lagu tersebut bisa dibilang sebagai lagu gacoannya Too weak To Dance. Karena lagu dengan lirik yang lumayan dalem dan ditulis sendiri oleh novan sang vokalis tersebut sekarang udah nangkring di no.1 chart idie ardan radio Bandung selain itu lagu tersebut udah masuk 100 besar LA Lights Indiefest regional Bandung.

Too Weak To Dance Live at Eplex PVJ Bandung :
(sorry for bad video quality, kita cuma pake handphone)

video


Sumber:
wawancara personil
profile band too weak to dance
www.myspace.com/tooweaktodance

Rabu, 10 Juni 2009

Launching Album Monkey to Millionaire : Lantai Merah


Satu lagi band indie Jakarta menunjukkan eksistensinya lewat karya mereka. Monkey to Millionaire akhirnya mengeluarkan album bertajuk Lantai Merah. Launching album diselenggarakan pada sabtu 30 mei 2009 di Score Citos, Jakarta.


Launching album ini, dimulai pukul 18.00 dan it’s free entry. Tapi ternyata ada jebakan batman pada free entry tersebut saudaraku. Free entry-nya terbatas pada beberapa kuota jumlah penonton. Hal ini yang tidak dikomunikasikan ke penonton. Alhasil, diluar Score banyak muda-mudi yang hanya bisa mengintip ke dalam launching album ini. “Saya kira free entry nya berlaku terus” menurut Bimo, seorang penonton yang tidak dapat masuk. Untungnya kami datang pagi, jadi masih kebagian masuk gratisnya.


Tidak lupa band-band sekelas Monkey juga ikut tampil. Seperti The Porno, Gugun and the Blues Shelter, Santamonica dan solois Lala. Diantara band featuring tersebut, Gugun and the blues shelter lah yang paling memikat perhatian penonton. Band yang dulu namanya Gugun and the bluesbug juga bernaung di label yang sama dengan monkey. Sinjitos records. Band ini membawakan lagu mereka sendiri dengan “nada-nada biru” ciri khas mereka.


Namun yang paling menarik perhatian kaum adam adalah penampilan solois, Lala. Lala bersama Bandnya kurang lebih membawakan 3 lagu malam itu. Dengan paras ayu dan suara vokal yang baik, Lala berhasil membius penonton score pada malam itu.


Kembali ke Lantai Merah, album ini berisikan 10 lagu. Enam diantaranya berbahasa Indonesia. Jarang-jarang band lokal membuat lirik berbahasa Indonesia. Namun Wisnu (gitar, vocal), Agan (bass), dan Emir (drum) anggota dari Monkey, berusaha tidak mengikuti latah band-band lokal tersebut. Diantara 10 lagu tersebut, juga termasuk lagu andalan mereka, replika dan Strange Is The Song In Our Conversation yang berduet dengan Marsha (penyiar Trax FM).



Album ini juga memberikan paket multimedia yang terdiri dari video klip Replika, dockumentasi pembuatan video klip Replika, dan juga proses pembuatan album Lantai Merah itu sendiri.


sumber :

mediaindonesia.com

deathrockstar.info

Liputan Kampoeng Jazz 2009

Setelah tertunda beberapa lama, akhirnya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (selaku panitia) menepati janjinya menyelenggarakan Kampoeng jazz 2009 pada 31 mei kemarin. Acara yang secara rutin diselenggarakan tiap tahunnya ini menampilkan musisi jazz lokal darah segar (pendatang baru) yang sepanggung dengan ‘senior jazz’ mereka. Satu kesamaan dari mereka, BERTALENTA.

Pada kampoeng jazz 2009 ini, artis seperti Sekapur Sirih, Oleo, Sonny Akbar Quartet sepanggung dengan Soulvibe dan senior mereka, Barry Likumahua project. Total ada 12 penampil malam itu.

Acara yang bertujuan amal ini bisa dibilang cukup sukses sebagai wadah rutin musisi jazz lokal bertalenta dalam menghadirkan karya-kara apik mereka. Panitia berusaha mendobrak anggapan bahwa jazz adalah musik yang tersegmen untuk beberapa kalangan. Dan ternyata berhasil. Sebagian besar penonton Kampoeng Jazz adalah anak muda kuliahan yang biasanya beranggapan bahwa jazz adalah jenis musik yang sulit dimengerti.

Kami sempat mewawancarai Amanda selaku Program Director Kampoeng Jazz 2009. berikut liputan wawancaranya.

Konsep apa yang ditawarkan kampoeng jazz kali ini?
Kita mengahadirkan konsep acara, memasyarakatkan jazz di kalangan kita (anak muda). Dan kita tidak mengambil keuntungan dari acara ini. karena keuntungannya akan kita berikan ke SD Caringin di Ciwidey.

Persiapannya dari kapan?
Ini kan acara tahunan. Jd memang terbentuknya panitia ini sudah ada dari tahun kemarin. Kira-kira awal bulan januari kemarin.

Menghabiskan dana berapa?
Kalau dari dana cukup besar ya. Ya di atas 20 juta.

Kenapa pra event kampoeng jazz jaraknya terlalu lama dengan acara puncaknya?
Seharusnya sih secepatnya. Tapi ya karena factor panitianya sibuk sendiri, dan banyak talenta yang jadwalnya bentrok. Jadi akhirnya kita bubar panitia yang lama dan kita bentuk panitia baru lagi. Karena yang lama ada salah konsep. Jadi kurang kordinasi.

Bagaimana ceritanya sehingga anda dapat bekerja sama dengan klab jazz?
Kerja samanya dari kang Dedennya (ketua panitia) sendiri. Dia juga anggota klab jazz bandung. Dan kang Deden itu punya banyak koneksi. Ya ibaratnya dialah yang paling mengerti tentang jazz. Ya dia sangat suka dengan jazz.

Bantuan dari kampus untuk kampoeng jazz ini sendiri apa?
Kalau bantuan kampus paling dari Dekanat berupa bantuan uang. Uang itu untuk modal awal. Lalu sisanya kita usaha sendiri, dari jualan, sponsor, ya standar lah. Dari kampus pastinya ada bantuan perizinan, keamanan. Kalau yang seperti itu ada campur tangan dari dekanat juga.

Dari pihak panitia, perkembangan jazz untuk kalangan anak muda di bandung bagaimana, karena pasti ada monitor dari pihak panitia sebelum menyelenggarakan acara ini?
Musik jazz yang asli itu kan kurang familiar. Untuk para pendengar yang sekarang dengerin jazz itu yang ga langsung pure jazz. Jadi kita yang ga bener-bener pure jazz. Ya bertahap lah.


Ya semoga wadah-wadah kesenian seperti ini maikn banyak dan beragam mengikuti perkembangan musik lokal yang semakin bergelora.

Sabtu, 25 April 2009

SIDEKICK yang benar-benar nendang!

Hai anda kaum sosialita. Smartphone apa yang anda miliki sekarang? Nokia? Blackberry? Iphone? Ah lupakan saja semua kacang goreng itu. Pasang kuda-kuda karena anda sebentar lagi akan di kejutkan oleh smartphone terbaru. SIDEKICK.

Ada yang sudah pernah dengar?
Sidekick merupakan smartphone keluaran t-mobile yang diproduksi pada tahun 2006. harga smartphone ini di bandrol dengan harga rata-rata US $200. kurang lebih sudah ada 4 seri dari sidekick. Sidekick 1, 2, 3D dan LX 2009. Dari seri ke seri banyak perubahan di lakukan. Bentuk fisik atau bahkan koneksi internet yang lebih cepat. Berikut spesifikasi dari LX 2009.




















  • Jaringan : 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 , 3G Network UMTS 1700 / 2100
  • Dimensi : 132 x 61 x 16.3 mm(5.20 x 2.40 x 0.64 inch)
  • Bobot : 165 g
  • Display : 3.2 inch tipe TFT, 65K warna, resolusi 854 x 480 pixel
  • Fitur :
o Swivel display
o Full QWERTY keyboard
o Trackball navigation
o Polyphonic, MP3 ringtones
o Speakerphone
o Geo-tagging
o Video
o SMS, MMS, Email, IM
o Browser WAP 2.0/xHTML, HTML
o Games
o A-GPS
o Java MIDP 2.0
o MP3/WMA/WAV audio player
o MPEG-4/3gp player
o Voice memo
o Aplikasi MySpace, Facebook, Twitter, Photobucket, YouTube
  • Memory : 2000 Phonebook, microSD (TransFlash) 8GB, internal 1GB
  • Data :
o GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 - 48 kbps
o HSCSD
o EDGE Class 10, 236.8 kbps
o 3G 384 kbps
o Bluetooth v2.0 dengan A2DP
o USB
  • Camera : 3.15 MP, 2048x1536 pixels, autofocus, LED flash
  • Baterai : Standard Li-Ion, Stand-by 192 jam, Talk time 5.5 jam

T-mobile bekerja sama dengan Motorola dan sharp dalam produksi smartphone ini. Yah terang saja karena t-mobile hanya merupakan operator selular. Namun ada juga yang mengatakan bahwa t-mobile juga memproduksi sendiri produk ini. Intinya sidekick ini hanya bisa digunakan di daerah yang tentu saja ada jaringan t-mobilenya.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Memang sidekick belum resmi di launching di Indonesia. Namun penggunanya sudah agak banyak. Pengguna sidekick di Indonesia rata-rata membeli sidekick di amerika atau eropa lalu membawanya ke Indonesia. Agar bisa di pakai dengan operator Indonesia, maka sidekick harus terlebih dahulu di unlock. unlock ini adalah proses dimana sidekick “dibuka” agar bisa diterima oleh operator Indonesia. Sidekick yang sudah dapat dipakai dengan operator lokal, hanya berfungsi sebagai sms dan telefon saja. Karena fungsi lain membutuhkan jaringan dari t-mobile itu sendiri. Tapi ternyata ada beberapa toko yang bisa "menyulap" agar semua fitur sidekick bisa digunakan. ya, orang indonesia memang sangat kreatif di segala bidang.

Namun ketidakpastian tersebut sepertinya hanya sementara. Bulan mei nanti ada desas desus yang menyebutkan sidekick akan di launching di Indonesia. Dengan begitu semua fitur tentu saja dapat di gunakan dengan operator lokal.


Segmentasi
Di amerika, Sidekick sudah sangat polpuler di
kalangan kelas sosial atas. Untuk anda yang
menjadikan Paris Hilton sebagai kiblat anda
dalam fashion, haram hukumnya jika anda
belum memiliki sidekick. Bisa di lihat siapa
yang menjadi segmentasi dari smartphone ini.
sepertinya t-mobile berusaha merebut pasar dari pengguna blackberry dan iphone.



Kelebihan.
Selain cara membuka layar smartphone ini berbeda dengan yang lain, sidekick merupakan smartphone multifungsi. Bahkan di bandingkan dengan blackberry dan iphone, sidekick di anggap lebih cepat koneksinya ke internet. Bayangkan saja, 384 kbps!. Kecepatan yang tinggi untuk sebuah koneksi internet di telefon selular. Facebook, twitter, youtube dapat dengan cepat anda akses dari sidekick.

Untuk anda para pecinta musik, speaker smartphone ini dianggap speaker yang suaranya paling jernih dan keras yang pernah ada. Dilengkapi dengan keyboard qwerty, desain ini khusus di produksi untuk memudahkan penggunanya saat chatting. ditambah lagi dengan trackball seperti blackberry, sidekick semakin mudah di gunakan.

untuk lebih jelas, tontonlah video ini sejenak agar anda benar-benar paham tulisan yang kami maksud.
video

jadi bersiaplah kembali merogoh kocek untuk mendapatkan smartphone yang sarat dengan gengsi ini.


sumber
beritaNET.com
handphone.co.id
sidekick.com
youtube.com
mobilesidekick2.blogspot.com

Minggu, 05 April 2009

apakah internet sebuah media massa

Internet. Bisa di bilang sebuah “fasilitas” untuk mencari apa saja. Mulai dari berita, lelucon, situs pertemanan, transaksi jual beli, tips and trik, YOU NAME IT. Internet ibarat sebuah toko serba ada. Yang menghadirkan segala macam kebutuhan (khususnya masyarakat urban).

Namun karena dapat menghadirkan segala macam “kebutuhan” ini, internet menjadi kontroversi apakah bisa di bilang sebuah media massa atau tidak. Karena tidak adanya batasan dalam mengunduh informasi dari internet, internet telah dianggap menghancurkan norma-norma yang telah dibangun dalam masyarakat itu sendiri. Bayangkan saja, seorang anak berumur 5 tahun yang “sadar teknologi” bisa melihat tayangan video orang dewasa, video kekerasan, atau hal-hal lain yang belum sepantasnya di konsumsi olehnya.

Salah satu ciri komunikasi massa adalah terlembaganya komunikator. Artinya komunikator dari media massa tersebut mempunyai kedudukan yang jelas. Pesan yang komunikator sampaikan bisa di pertanggung jawabkan karena eksistensi dari komunikator tersebut telah di akui. Sedangkan internet, ya anda tahu sendiri. Setiap orang mempunyai andil dalam meng-upload sebuah informasi dari internet. Syukur jika informasinya berguna bagi kemaslahatan orang banyak. Namun jika informasinya berupa sensasi, tidak dapat di buktikan kebenarannya, atau bahkan di selingi stensilan, siapa yang mau bertanggung jawab? Tidak ada. Komunikator yang menyebarkan info semacam itu layaknya pemimpin redaksi koran kuning yang mengesampingkan news judgement.

Mengenai masalah yang kami bahas di atas, sebenarnya semua itu tergantung kepada individu masing-masing pihak. Apakah ingin memperkaya manfaat dari internet, atau bahkan mengisi berbagai macam konten yang dapat merusak moral masyarakat. Kami sebagai pengasuh blog ini, tetap menganggap bahwa internet adalah sebuah bentuk media massa baru yang dapat menghadirkan “jendela dunia” dalam bentuk yang baru. segalanya dapat di unduh dengan cepat, mudah dan dimana saja dengan didukung berbagai gadget digital yang mumpuni saat ini. Membuat tulisan ini saja kami membutuhkan internet untuk mencari data yang akurat.

Tidak ada yang salah dengan internet. Yang salah hanya brainware yang menggunakannya.